24 KRAT Aja

Corak Melayu Kepri

Filosofi Desain Aplikasi

Setiap layar dibalut ragam ukiran dan tenun dunia Melayu Kepulauan Riau — supaya sebuah alat rumah sakit tetap terasa milik Kepri.

Aplikasi kesehatan mudah terasa dingin dan seragam. 24 KRAT Aja memilih jalan lain: mengambil perbendaharaan rupa Melayu Kepri — ukiran kayu, tenun songket, dan sastra — sebagai bahasa visualnya. Ornamen selalu menjadi bingkai, tidak pernah menutupi data klinis.

Warna — dari Pulau Penyengat

Palet berakar pada warna Melayu Kepri: hijau botol membawa seluruh chrome aplikasi; kuning — warna kunyit dalam upacara Melayu dan warna kebesaran Masjid Raja Sultan Riau di Pulau Penyengat — menjadi satu-satunya aksen; gading, warna kapur-sirih dinding masjid itu, menjadi kertasnya. Merah disimpan khusus untuk peringatan.

Hijau Songket#123F2D
Kuning Melayu#B9860A
Emas Tua#A67C1C
Gading#F5F0E2
Tinta#1B241E

Ragam ukiran

  • Pucuk RebungTunas bambu — pertumbuhan, cita-cita, dan daya lentur yang membengkok tanpa patah. Menghiasi tepi bawah setiap kepala halaman.
  • Awan LaratAwan yang berarak — sulur halus yang hanyut pelan sebagai watermark, isyarat waktu yang mengalir.
  • Anyaman KetupatAnyaman daun kelapa — tekstur kisi nyaris tak terlihat pada latar kartu dan panel.
  • Tampuk ManggisKelopak buah manggis berkelopak delapan — “yang di dalam sama dengan yang di luar”, lambang ketulusan. Menjadi penanda bagian dan indikator muat.
  • Kaluk PakisPucuk paku yang melingkar — hiasan sudut yang lembut.

Aksara

Aa
Fraunces — judul & wordmark
Aa
Inter — teks & antarmuka
ابج
Amiri — suara gurindam

Fraunces membawa nada editorial pada judul; Inter menjaga teks tetap jernih dan padat; Amiri dipakai satu tempat saja — untuk bait gurindam, agar terdengar seperti naskah, bukan salinan antarmuka.

Gurindam Dua Belas sebagai mikrokopi

Satu bait Gurindam Dua Belas — karya Raja Ali Haji, ditulis di Pulau Penyengat pada 1847 — diletakkan satu per layar. Bait itu membingkai momen: ucapan selamat, ajakan bertanya, pesan menjaga tubuh. Ia tidak pernah menggantikan instruksi.

“Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi‘il yang tiada senonoh.” Pasal III — bab memelihara anggota tubuh

Nama yang dijunjung

Rumah sakit ini memikul nama Raja Ahmad, seorang tabib (ahli pengobatan) dari Pulau Penyengat dan bagian dari garis cendekiawan diraja Riau-Lingga — ayah dari Raja Ali Haji. Corak Melayu Kepri pada aplikasi ini adalah cara sederhana untuk menjaga ingatan itu tetap hidup di setiap layar.